Management PT Permodalan Nasional Madani menerima penghargaan sebagai Top Company untuk Pemberdayaan Perempuan (istimewa)

MEDANESE.COM, Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui layanan pembiayaan ultra mikro yang berkelanjutan.

#Ringkasan Berita:

  • PNM meraih penghargaan Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment.
  • Program Mekaar telah menjangkau lebih dari 23 juta perempuan prasejahtera.
  • Pendampingan melalui PKM menjadi keunggulan model pemberdayaan PNM.
  • Nasabah memperoleh akses pembiayaan, pelatihan usaha, literasi keuangan, hingga fasilitasi NIB dan sertifikasi halal.

Pengakuan tersebut diberikan tidak hanya berdasarkan besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga atas keberhasilan PNM membangun model pemberdayaan yang menyasar jutaan perempuan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM menjangkau masyarakat prasejahtera yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan keuangan formal.

Hingga saat ini, PNM tercatat melayani lebih dari 23 juta nasabah aktif yang seluruhnya merupakan perempuan prasejahtera. Capaian tersebut menjadikan PNM sebagai lembaga pembiayaan ultra mikro berbasis kelompok terbesar di dunia.

BACA JUGA: Zulkifli Hasan Panen Brokoli hingga Tinjau Peternakan Ayam Petelur di Rumah Pangan PNM

Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, mengatakan keunggulan PNM dibandingkan perusahaan pembiayaan lainnya terletak pada pendekatan pemberdayaan yang tidak berhenti pada penyaluran modal usaha.

"Di balik pembiayaan yang diberikan, terdapat proses pendampingan dan pemberdayaan rutin melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Kegiatan ini menjadi ruang bagi nasabah untuk meningkatkan literasi keuangan, berbagi pengalaman usaha, hingga memperkuat jejaring sosial di antara sesama nasabah," ujar Sunar dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).

Selain memperoleh akses pembiayaan tanpa agunan, nasabah Mekaar juga mendapatkan pelatihan pengembangan usaha, edukasi literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PNM Digi, hingga fasilitasi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

BACA JUGA: Fokus Melayani dengan Hati, Program Pemberdayaan PNM Perluas Dampak Sosial Sepanjang 2025

Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat daya saing perempuan pelaku usaha ultra mikro di berbagai daerah.

Penghargaan yang diterima PNM juga menjadi pengakuan atas besarnya kontribusi perempuan dalam menopang perekonomian keluarga. Sebagian besar nasabah Mekaar merupakan ibu rumah tangga yang memulai usaha berskala ultra mikro di sektor perdagangan, kuliner, kerajinan, maupun jasa rumahan.

Melalui peningkatan kapasitas usaha, para nasabah tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi di tingkat keluarga dan komunitas.

BACA JUGA: Dari Kejaran Rentenir ke Arena Final PFL 2026: Kisah Inspiratif Nasabah PNM Yogyakarta

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha ultra mikro, model pemberdayaan yang mengombinasikan akses permodalan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas dinilai menjadi pendekatan yang semakin relevan. Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan kontribusi PNM dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan jutaan perempuan Indonesia.

[PNM/AS]


Tags: #PNM #Mekaar #PemberdayaanPerempuan #UltraMikro #UMKM #KeuanganInklusif #PerempuanBerdaya

Beri Komentar

medanese.com
medanese.com