MEDANESE.COM, Labuhanbatu — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara membekali 15 pemuda dan pencari kerja di Kabupaten Labuhanbatu dengan pelatihan barista serta paket peralatan usaha sebagai upaya mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor ekonomi kreatif berbasis kopi.
#Ringkasan:
- PLN UID Sumatera Utara melatih 15 pemuda Labuhanbatu menjadi barista melalui program TJSL PLN Peduli.
- Setiap peserta menerima paket peralatan usaha, termasuk mesin espresso, grinder, manual brew, dan timbangan digital untuk memulai bisnis kopi.
- Pelatihan tidak hanya mengajarkan teknik meracik kopi, tetapi juga pemasaran digital, perhitungan HPP, strategi penjualan, dan pengelolaan usaha.
- Program ini ditujukan untuk mencetak wirausaha baru sekaligus memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Labuhanbatu.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli tersebut dilaksanakan melalui PLN UP3 Rantauprapat bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu. Selain pelatihan selama tiga hari, setiap peserta menerima satu paket peralatan usaha yang terdiri atas mesin espresso, grinder kopi, perlengkapan manual brew, dan timbangan digital.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, mengatakan program tersebut dirancang agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemberian alat, tetapi mampu meningkatkan kapasitas masyarakat untuk membangun usaha secara mandiri.
"Pemberdayaan bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sarana agar masyarakat memiliki keberanian memulai usaha. Kami berharap peserta mampu meningkatkan pendapatan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Selain praktik meracik kopi, peserta memperoleh materi mengenai teknik manual brew, pengoperasian mesin espresso, milk steaming, latte art dasar, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan bisnis. Mereka juga dibekali pengetahuan tentang pemasaran digital, penyusunan harga pokok produksi, penentuan harga jual, serta strategi pengembangan usaha.
Menurut Mundhakir, industri kopi memiliki prospek ekonomi yang terus berkembang karena melibatkan rantai usaha yang panjang, mulai dari petani, pengolah, distributor, hingga pelaku usaha kedai kopi. Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing sektor tersebut.
BACA JUGA: Hari Anak Nasional 2026, Siswa SD Negeri 027089 Binjai Terima Bantuan Pendidikan dari PLN
Ia menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan membutuhkan sinergi antara dunia usaha, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat agar mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Sebanyak 15 peserta penerima manfaat dipilih melalui proses seleksi dengan komitmen membuka maupun mengembangkan usaha di bidang kopi. Selama pelatihan, mereka mendapatkan pendampingan dari instruktur Komunitas Ikabinaenpabarista melalui sesi teori dan praktik.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengapresiasi kolaborasi tersebut. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Sarimpunan Ritonga, menilai program ini dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami mengapresiasi langkah nyata PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sinergi seperti ini diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat," katanya.
Melalui program tersebut, PLN berharap para peserta tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri yang berkontribusi terhadap pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Labuhanbatu.
[REL/AS]
Tags: PLN, PLN UID Sumut, TJSL, Labuhanbatu, Rantauprapat, Barista, Kopi, UMKM, Ekonomi Kreatif, Wirausaha, Pelatihan Kerja, Sumatera Utara
Posting Komentar