Penyerahan penghargaan Green Leadership PROPER oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (tengah) kepada Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan), disaksikan oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (kiri) pada ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 di Jakarta (istimewa)

MEDANESE.COM, Jakarta — Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, kembali meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup.

# Ringkasan Berita: 

  • Dirut PLN raih Green Leadership PROPER untuk ketiga kalinya.
  • PLN borong 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau.
  • Reduksi emisi meningkat hingga 51,1 juta ton CO2.
  • PLN kembangkan hidrogen hijau di 22 lokasi.

#####

Penghargaan tersebut menjadi yang ketiga kalinya diraih Darmawan, sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.

Di bawah kepemimpinannya, PLN juga mencatat capaian kinerja lingkungan yang positif. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan.

BACA JUGA: PLN Bedah Rumah Warga di Langkat, Hadirkan Harapan Baru

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

Menurut Hanif, program PROPER menjadi kompas bagi perusahaan dalam menjalankan prinsip ekonomi hijau dan mendorong kinerja melampaui standar kepatuhan lingkungan.

Darmawan menyampaikan, penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen PLN dalam mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan, penurunan emisi, serta pengelolaan limbah bernilai ekonomi.

BACA JUGA: Lebaran 2026, Penggunaan SPKLU di Sumut Melonjak 130 Persen

“Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Dalam lima tahun terakhir, PLN mencatat peningkatan signifikan dalam reduksi emisi gas rumah kaca, dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025.

Selain itu, kapasitas energi baru terbarukan (EBT) yang dikembangkan PLN telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW). Perusahaan juga memperluas pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.

BACA JUGA: Percepat Pemulihan Gangguan, PLN Sumut Resmikan DRC dan HSSE Center

Sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi, PLN juga mengembangkan teknologi hidrogen hijau melalui Green Hydrogen Plant (GHP). Fasilitas pertama di Indonesia dibangun di PLTGU Muara Karang, Jakarta, dan diperluas ke berbagai lokasi, termasuk pembangkit panas bumi di Kamojang, Jawa Barat.

Saat ini, GHP PLN telah tersebar di 22 lokasi dengan total kapasitas produksi mencapai 203 ton per tahun. Hidrogen hijau tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk co-firing pembangkit listrik, bahan bakar transportasi, hingga kebutuhan industri.

Darmawan menegaskan, ke depan PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target net zero emission 2060, serta menghadirkan inovasi teknologi hijau.

BACA JUGA: PLN Pastikan Listrik Sumut Andal Jelang Akhir Siaga Ramadan dan Idulfitri

“Keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” katanya.

[REL/AS]


Tags: #PLN #PROPER2025 #EnergiHijau #NetZeroEmission #Sustainability #GreenLeadership

Beri Komentar

medanese.com
medanese.com