PLTM Sei Wampu 1 di Kabupaten Langkat (istimewa)

SOROTAN: 

  • PLTM Sei Wampu 1 berkapasitas 2 x 4,5 MW resmi beroperasi secara komersial.
  • Pembangkit memperkuat bauran energi baru terbarukan di Sumatera Utara.
  • Proyek mendukung target Net Zero Emission 2060.
  • Kolaborasi PLN dan pengembang dorong listrik bersih berkelanjutan.

MEDANESE.COM, Medan — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara resmi menandatangani Commercial Operation Date (COD) Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sei Wampu 1 pada Selasa (3/2/2026) di Medan. 

Penandatanganan ini menandai kesiapan pembangkit untuk beroperasi secara komersial dan terintegrasi dalam sistem kelistrikan Sumatera Utara.L

PLTM Sei Wampu 1 dikembangkan oleh PT Aek Simonggo Energy dengan kapasitas terpasang 2 x 4,5 megawatt (MW) dan berlokasi di Desa Kuta Gajah, Kabupaten Langkat. 

Kehadiran pembangkit ini memperkuat pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mendukung keandalan sistem kelistrikan regional secara berkelanjutan.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menyatakan bahwa beroperasinya PLTM Sei Wampu 1 merupakan langkah strategis dalam mempercepat agenda transisi energi nasional.

“PLTM Sei Wampu 1 menjadi bukti komitmen PLN dalam memperluas pemanfaatan energi bersih yang bersumber dari potensi lokal. Ini bagian dari upaya berkelanjutan kami menurunkan emisi karbon sektor ketenagalistrikan, meningkatkan bauran EBT, serta mendukung target Net Zero Emission 2060,” ujar Mundhakir.

Menurut dia, pengembangan pembangkit EBT seperti PLTM memiliki peran penting dalam membangun sistem kelistrikan yang lebih tangguh, efisien, dan ramah lingkungan. Selain itu, proyek tersebut juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kolaborasi dengan pengembang menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem energi yang bersih, andal, dan inklusif bagi masyarakat,” tambahnya.

Penandatanganan COD ini juga mencerminkan langkah konsisten PLN dalam mendorong transisi energi nasional menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Pemanfaatan energi air sebagai sumber pembangkitan rendah emisi dinilai berkontribusi langsung terhadap pengurangan emisi karbon sektor ketenagalistrikan.

Acara tersebut dihadiri jajaran manajemen PLN UID Sumatera Utara, antara lain Senior Manager Perencanaan Efi Ziarman serta Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum Efron Lumban Gaol.

Dari pihak pengembang, hadir Dewan Komisaris dan Direksi PT Aek Simonggo Energy, yakni Hendry Wigin (Komisaris), Nelson Sihotang (Presiden Direktur), James William Gillard, Betesda Situmorang, dan Anthony Rohan. Turut hadir pula jajaran pemegang saham PT Pembangunan Lestari Indah Tbk.

Presiden Direktur PT Aek Simonggo Energy, Nelson Sihotang, menyampaikan apresiasi kepada PLN dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan PLTM Sei Wampu 1.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PLN serta seluruh pihak yang telah mendukung dan mengawal proses pembangunan pembangkit ini hingga tuntas. Berkat sinergi dan kolaborasi yang baik, hari ini PLTM Sei Wampu 1 resmi menandatangani COD dan beroperasi secara komersial,” kata Nelson.

Dengan beroperasinya PLTM Sei Wampu 1, PLN UID Sumatera Utara optimistis kontribusi energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan regional akan terus meningkat, sejalan dengan kebijakan energi nasional dan komitmen Indonesia menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

[REL/AS]


Hashtag: #PLTMSeiWampu #EnergiTerbarukan #ListrikBersih #PLNSumut #NetZeroEmission2060 #EBT

Beri Komentar

medanese.com
medanese.com