MEDANESE.COM, Medan — PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara dengan mendatangkan tujuh set tower emergency (TE) melalui jalur udara. Dukungan transportasi dari TNI Angkatan Udara menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan infrastruktur transmisi yang terdampak cuaca ekstrem.
#Ringkasan Berita
- PLN mendatangkan tujuh tower emergency melalui jalur udara ke Medan.
- TNI AU mengerahkan pesawat C-130 Hercules dan A-400M.
- Seluruh tower darurat telah tiba di Sumatera Utara.
- Pembangunan tower darurat dilakukan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.
Hingga Minggu (7/6/2026), pesawat angkut berat C-130 Hercules dan A-400M berhasil mengangkut seluruh tower darurat ke Lanud Soewondo, Medan. Peralatan tersebut selanjutnya langsung dimobilisasi melalui jalur darat menuju lokasi pekerjaan guna mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan.
Sebanyak tujuh tower emergency yang tiba di Sumatera Utara terdiri atas dua set dari Jakarta, tiga set dari Balikpapan, dan dua set dari Banjarbaru. Kehadiran seluruh tower darurat tersebut menjadi bagian penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur transmisi yang mengalami kerusakan.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Soewondo, Marsma TNI Tiopan Hutapea, S.Sos., M.A.P., mengatakan TNI AU siap mendukung percepatan pemulihan kelistrikan melalui dukungan transportasi udara dan koordinasi lintas instansi.
“Dukungan ini merupakan wujud komitmen TNI AU untuk hadir membantu penanganan kebutuhan strategis nasional, termasuk percepatan pemulihan infrastruktur kelistrikan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap sinergi yang terjalin dapat mempercepat normalisasi pasokan listrik di Sumatera Utara,” ujar Tiopan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, turut mengawal langsung proses kedatangan dan mobilisasi tower emergency di Lanud Soewondo guna memastikan seluruh peralatan dapat segera diberangkatkan ke lokasi pekerjaan.
Menurut Mundhakir, dukungan TNI AU sangat membantu PLN dalam mempercepat mobilisasi peralatan strategis yang dibutuhkan untuk memulihkan sistem kelistrikan di Sumatera Utara.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran TNI AU atas dukungan yang diberikan. Kolaborasi ini sangat membantu percepatan mobilisasi peralatan sehingga proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara dapat berjalan lebih cepat,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh tower emergency kini telah berada di Sumatera Utara. Tiga tower sebelumnya telah memasuki tahap pembangunan, sementara empat tower lainnya segera dimobilisasi ke lokasi pekerjaan untuk mempercepat proses pemulihan.
“Hari ini seluruh tujuh tower emergency telah berada di Sumatera Utara. Tiga tower sebelumnya sudah dalam tahap pembangunan, sementara sisanya segera dimobilisasi ke lokasi pekerjaan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan,” ujar Mundhakir.
Saat ini, personel PLN terus bekerja tanpa henti di lapangan. Berbagai tahapan pekerjaan dilakukan secara paralel, mulai dari mobilisasi material, pembangunan konstruksi tower darurat, hingga penguatan sistem operasi kelistrikan.
Mundhakir juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih terdampak pengaturan beban selama proses pemulihan berlangsung.
“Kami memahami listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat. Untuk itu seluruh personel terus bekerja tanpa henti agar sistem kelistrikan dapat segera pulih. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan sebagian pelanggan selama proses penanganan berlangsung,” tuturnya.
PLN memastikan akan terus menyampaikan perkembangan penanganan dan pemulihan sistem kelistrikan secara berkala melalui kanal resmi perusahaan. Masyarakat juga dapat memantau informasi kelistrikan maupun menyampaikan laporan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123.
[REL/AS]
Tags: #PLN #PLNSumut #KelistrikanSumut #TowerEmergency #PemulihanListrik #TNIAU #Medan #SumateraUtara
Posting Komentar