Manager UP3 Sibolga (tengah) menyerahkan bibit pohon kepada Camat Sorkam Barat, Ibu Khairun  Nisa Marbun S.STP (kiri) didampingi Wakil Bupati Kab. Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi Lubis (istimewa)

MEDANESE.COM, Tapteng – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara (UID Sumut) melalui PLN UP3 Sibolga menanam pohon di Kabupaten Tapanuli Tengah dalam program Roots of Energy untuk memperingati Hari Bumi Sedunia, Rabu (22/4/2026).

#Ringkasan Berita

  • PLN UID Sumut menanam pohon produktif di tiga desa prioritas Tapanuli Tengah.
  • Program Roots of Energy dilakukan dalam rangka Hari Bumi Sedunia 2026.
  • Penanaman bertujuan memulihkan lingkungan pascabanjir bandang dan mendukung ekonomi warga.
  • Pohon yang ditanam meliputi durian, alpukat, mangga, nangka, markisa, mahoni, dan jabon.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan pascabanjir bandang sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penanaman tanaman produktif.

Program tersebut dilaksanakan bersama Yayasan Cahaya Sosial Indonesia, Aktivis Lingkungan Pantai Barat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, serta masyarakat di tiga desa prioritas, yakni Desa Aek Raso, Kecamatan Sorkam Barat, Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, dan Desa Tapian Nauli Saur Manggita, Kecamatan Tukka.

BACA JUGA: Sinergi Dengan Brimob, PLN Perkuat Pengamanan Infrastruktur Listrik di Siantar

Ketiga lokasi itu dipilih karena membutuhkan intervensi vegetatif guna mempercepat pemulihan ekosistem sekaligus memperkuat fungsi daerah aliran sungai.

Manager PLN UP3 Sibolga, Bachtiar, mengatakan penanaman pohon tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan PLN di wilayah terdampak bencana.

“Program penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat dan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir bandang. Kami ingin pohon-pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Bachtiar.

BACA JUGA: PLN dan Kementerian ESDM Pantau Program Listrik Desa di Sibolangit

Ia menambahkan, PLN tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga memastikan keberadaan pohon yang ditanam dapat mendukung kehidupan masyarakat.

“Alam yang terjaga harus bisa menghidupi orang-orang yang menjaganya,” katanya.

Adapun jenis tanaman yang ditanam meliputi durian dan alpukat sebagai komoditas bernilai ekonomi, mangga dan nangka untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, serta markisa sebagai tanaman sela yang berpotensi memberikan hasil lebih cepat.

BACA JUGA: PLN Pulihkan Listrik Parapat Usai Cuaca Ekstrem

Selain tanaman produktif, pada area lereng prioritas juga direncanakan penanaman pohon keras seperti mahoni dan jabon guna membantu memperkuat struktur tanah.

Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi Lubis, mengapresiasi sinergi PLN bersama berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pemulihan kawasan terdampak banjir bandang.

“Terima kasih kepada PLN dan Yayasan Cahaya Sosial Indonesia yang telah membersamai kami dalam memulihkan lokasi terdampak banjir bandang melalui program penanaman pohon ini,” ujarnya.

BACA JUGA: PLN Sumut Borong 3 Penghargaan Ajang Nusantara CSR Awards 2026

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu meminimalisasi risiko banjir pada masa mendatang sekaligus mendorong peningkatan ekonomi berkelanjutan bagi petani lokal.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan peringatan Hari Bumi menjadi momentum memperkuat tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Melalui program Roots of Energy, PLN UID Sumatera Utara ingin menegaskan bahwa energi masa depan tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan ekosistem hari ini,” kata Mundhakir.

BACA JUGA: PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025, Darmawan Prasodjo Raih Green Leadership

Ia menyebut, upaya menjaga kawasan hulu, memulihkan daerah aliran sungai, dan memberdayakan masyarakat melalui tanaman produktif menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan lingkungan, pangan, dan ekonomi.

Mundhakir menambahkan, komitmen PLN menuju Net Zero Emissions 2060 tidak hanya diwujudkan melalui transformasi energi, tetapi juga lewat berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

PLN berharap program kolaboratif ini menjadi titik awal gerakan pemulihan lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan di Tapanuli Tengah.

[REL/AS]


Tags: #PLNUIDSumut #HariBumi2026 #RootsOfEnergy #TapanuliTengah #NetZeroEmission2060 #PemulihanLingkungan


Beri Komentar

medanese.com
medanese.com