MEDANESE.COM, Medan – Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G. Akmalaputri, menjadi narasumber kuliah umum dalam rangka Milad ke-69 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), di Medan.
Kegiatan yang digelar di Auditorium UMSU tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, mahasiswa, serta tokoh Muhammadiyah. Momentum ini dinilai strategis untuk memperkuat kolaborasi sektor energi dan dunia pendidikan dalam menjawab tantangan global sekaligus mempercepat transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.
Dalam paparannya, Arsyadany menyoroti ketidakpastian ekonomi global dalam lima tahun terakhir akibat ketegangan geopolitik, kelangkaan energi, perang dagang, hingga kekhawatiran resesi global. Menurutnya, sektor energi menjadi faktor penentu stabilitas ekonomi dan sosial suatu negara.
“Di tengah dinamika global tersebut, kita masih memiliki tantangan pemerataan akses listrik. PLN telah memetakan 10.068 klaster atau titik lokasi yang belum terlistriki di seluruh Indonesia sebagai dasar penyusunan Roadmap Listrik Desa. Ini adalah komitmen menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan transisi energi nasional bertumpu pada tiga landasan utama, yakni kepemimpinan, teknologi, dan kebijakan. Ketiganya harus berjalan selaras melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari regulator, operator, industri, akademisi, hingga mahasiswa sebagai agen perubahan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap electrifying lifestyle dan percepatan ekosistem kendaraan listrik, PLN turut menyerahkan dukungan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lingkungan kampus UMSU. Kehadiran SPKLU diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus laboratorium hidup bagi mahasiswa dalam memahami teknologi energi bersih dan rendah emisi.
Rektor UMSU, Agussani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan PLN dalam Milad ke-69 UMSU.
“Kehadiran Direktur Distribusi PLN dalam Milad ke-69 ini merupakan kehormatan bagi kami. Sinergi dengan PLN membuka ruang kolaborasi riset, inovasi, serta penguatan literasi energi bagi mahasiswa dan dosen,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian strategi jangka panjang PLN dalam memperkuat fondasi transisi energi di daerah.
“PLN UID Sumatera Utara memandang kolaborasi dengan UMSU sebagai investasi intelektual dan moral untuk masa depan energi Sumatera Utara. Kampus bukan hanya mitra edukasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya energi bersih dan berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, penempatan SPKLU di kampus menjadi simbol transformasi sistem distribusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi rendah emisi.
“Transisi energi bukan sekadar perubahan sumber energi, tetapi perubahan paradigma. PLN hadir tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga memastikan energi tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan,” tegasnya.
Melalui momentum Milad ke-69 UMSU, PLN berharap kolaborasi industri dan pendidikan semakin kokoh guna menciptakan ekosistem inovasi yang mampu menjawab tantangan global serta mempercepat target Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.
[REL/AS]
Tags: #TransisiEnergi #PLN #NetZeroEmission2060 #SPKLU #KendaraanListrik #UMSU

Posting Komentar