MEDANESE.COM, Deliserdang — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara dan Pemerintah Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, membentuk Desa Siaga Bencana sebagai upaya memperkuat kemampuan warga menghadapi kondisi darurat.
#Ringkasan:
- PLN dan BPBD membentuk tim kesiapsiagaan di Batu Mbelin.
- Masyarakat mendapat pelatihan PPGD, vertical rescue dan water rescue.
- PLN menyerahkan perlengkapan evakuasi, P3K dan peralatan tanggap darurat.
- Batu Mbelin pernah terdampak longsor pada 2024 dan kembali terdampak pada 2026
Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN itu diresmikan di Jambur Desa Batu Mbelin, Selasa (1/9/2026).
Langkah tersebut menjadi penting mengingat Batu Mbelin berada di kawasan perbukitan dan memiliki aliran sungai. Wilayah Sibolangit juga memiliki pengalaman menghadapi bencana hidrometeorologi, termasuk longsor.
Pada November 2024, longsor di Desa Batu Mbelin bahkan menimpa rumah warga dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Titik longsor kembali tercatat di kawasan Batu Mbelin pada April 2026.
Karena itu, program Desa Siaga Bencana tidak hanya diarahkan pada penyediaan peralatan, tetapi juga pada peningkatan kemampuan warga agar mampu melakukan respons awal sebelum bantuan dari petugas kebencanaan tiba.
BACA JUGA: PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi EBT Menuju Swasembada Energi
Sebelum peresmian, PLN bersama BPBD telah memberikan pelatihan kebencanaan kepada masyarakat pada 28–29 Agustus 2026. Materi yang diberikan meliputi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), vertical rescue, water rescue, hingga praktik dan simulasi penanganan kondisi darurat.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad mengatakan karakteristik wilayah Batu Mbelin membutuhkan kesiapsiagaan yang dibangun secara sistematis di tingkat masyarakat.
“Kita tentu tidak pernah mengharapkan bencana terjadi. Namun, ketika keadaan darurat datang, masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, peralatan, serta sistem koordinasi yang baik akan mampu memberikan respons awal secara lebih cepat dan tepat,” kata Rizky.
Menurut dia, program tersebut bukan sekadar penyerahan sarana kebencanaan. PLN ingin membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana dan keselamatan.
BACA JUGA: HUT ke-27 Serikat Pekerja PLN, 36 Kantong Darah Dikumpulkan di Medan
Melalui program itu, PLN bersama BPBD juga membentuk Tim Desa Siaga Bencana. Tim tersebut diharapkan menjadi penggerak kesiapsiagaan di tingkat desa sekaligus meneruskan pengetahuan kebencanaan kepada keluarga dan warga lainnya.
“Kami berharap peserta tidak berhenti sebagai penerima pelatihan, tetapi mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungannya. Tim yang telah dibentuk harus tetap aktif, sedangkan pelatihan dan simulasi tanggap darurat perlu dilaksanakan secara berkala,” ujar Rizky.
Peralatan Tanggap Darurat
Untuk mendukung kesiapsiagaan warga, PLN menyerahkan sejumlah peralatan tanggap bencana kepada Desa Batu Mbelin.
Bantuan tersebut terdiri atas 10 life jacket, 10 helm keselamatan, 10 headlamp, dua set perlengkapan P3K, dua megafon, dua tandu lipat, serta dua set perlengkapan vertical rescue.
BACA JUGA: PLN Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Puting Beliung di Medan Johor
PLN juga memberikan satu tandon air darurat, satu pompa air portabel, satu gergaji mesin, 20 cangkul, enam sekop dan tujuh gerobak sorong.
Selain peralatan, aspek evakuasi juga diperkuat dengan pemasangan rambu jalur evakuasi di 15 titik serta rambu titik kumpul di tiga lokasi.
Komandan Kompi Satgas BPBD Provinsi Sumatera Utara Daniel Dachi mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dunia usaha, pemerintah desa dan masyarakat.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” kata Daniel.
BACA JUGA: PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen, Berlaku hingga 25 Agustus 2026
Ia meminta peralatan yang diberikan dirawat dan digunakan sesuai kebutuhan. Sementara keterampilan yang diperoleh warga diharapkan terus dipraktikkan dan ditularkan kepada masyarakat lainnya.
Camat Sibolangit Muhammad Arif Budiman juga menyambut positif program tersebut. Ia menilai pembentukan tim, pelatihan dan dukungan peralatan dapat memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi keadaan darurat di wilayah Sibolangit.
Program Desa Siaga Bencana Batu Mbelin menjadi salah satu bentuk kolaborasi PLN dengan BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat dalam memperkuat mitigasi bencana berbasis komunitas.
Bagi PLN, pendekatan tersebut memperluas makna program TJSL: bukan hanya menghadirkan bantuan, tetapi membangun kapasitas masyarakat agar lebih siap menghadapi risiko bencana secara mandiri dan berkelanjutan.
[REL/AS]
#Tags: PLN, PLN UID Sumatera Utara, Desa Siaga Bencana, Batu Mbelin, Sibolangit, Deliserdang, BPBD Sumut, mitigasi bencana, TJSL PLN, longsor

Posting Komentar