General Manager PLN UID SUMUT, Mundhakir saat menjenguk pasien a.n Safrida di Rumah Singgah YBM PLN yang sedang berjuang melakukan pemulihan sejak Januari 2026 (Dok.Istimewa)


MEDANESE.COM, Medan – Rumah Singgah Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN membantu meringankan beban pasien luar daerah yang menjalani pengobatan di Kota Medan, termasuk Safrida (48), warga Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat.

# Ringkasan Berita: 

  • Rumah Singgah YBM PLN bantu pasien luar daerah berobat di Medan.
  • Safrida asal Langkat menjalani tiga kali operasi di RSUP Adam Malik.
  • Fasilitas rumah singgah meringankan biaya kos, makan, dan transportasi.
  • Kapasitas 14 pasien telah terisi penuh oleh pasien dari berbagai daerah.

Safrida tengah menjalani pengobatan akibat keloid pascaluka bakar yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada saraf kaki sehingga membuatnya kesulitan duduk dan harus menjalani operasi secara bertahap di RSUP H. Adam Malik Medan.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, biaya pengobatan dan kebutuhan selama berada di Medan menjadi tantangan tersendiri. Suami Safrida bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap, sementara keluarga juga harus memikirkan biaya transportasi, tempat tinggal sementara, makan, hingga kebutuhan harian selama masa pengobatan.

BACA JUGA: Program TJSL PLN Bantu Air Bersih Masjid dan Panti di Tapteng

Kehadiran Rumah Singgah YBM PLN di Jalan Bunga Lau Dalam, Medan Tuntungan, yang lokasinya tidak jauh dari RSUP H. Adam Malik Medan, menjadi solusi bagi pasien dan keluarga pendamping dengan keterbatasan biaya.

Safrida mengetahui keberadaan rumah singgah tersebut dari sesama pasien. Setelah menjalani operasi pertama pada Januari 2026, ia mulai tinggal di Rumah Singgah YBM PLN bersama anaknya sejak 15 Januari 2026.

Sejak Januari hingga April 2026, Safrida telah menjalani tiga kali operasi. Selama empat bulan pengobatan, rumah singgah itu membantu mengurangi kekhawatiran keluarga terkait biaya akomodasi.

BACA JUGA: Bu Atik Kini Sumringah, Rumahnya Tersambung Listrik Gratis PLN

“Alhamdulillah sekali, Pak. Dengan adanya rumah singgah ini, kami sangat terbantu. Kami tidak perlu lagi memikirkan biaya kos, makan, dan biaya pulang-pergi dari rumah di Brandan ke rumah sakit. Kami sangat berterima kasih kepada YBM PLN dan seluruh pengelola,” ujar Safrida.

Saat ini, Rumah Singgah YBM PLN memiliki kapasitas 14 pasien dan seluruh tempat telah terisi pasien dari berbagai daerah, seperti Langkat, Labuhanbatu, Simalungun, Asahan, Padang Lawas Utara, hingga Aceh.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, mengatakan keberadaan Rumah Singgah YBM PLN merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN kepada masyarakat yang sedang berjuang mendapatkan layanan kesehatan.

BACA JUGA: SPKLU PLN Presisi Resmi Beroperasi, Kapolda Sumut Puji PLN Mobile

“PLN tidak hanya ingin hadir menerangi rumah-rumah masyarakat melalui listrik, tetapi juga menghadirkan terang dalam bentuk kepedulian. Melalui YBM PLN, zakat, infak, dan sedekah pegawai dikelola menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Mundhakir.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat keberlanjutan PLN yang tidak hanya fokus pada transisi energi dan lingkungan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial nyata bagi masyarakat.

“Melalui program seperti Rumah Singgah YBM PLN, kami berharap masyarakat merasakan bahwa PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial yang ikut menguatkan dan memberi harapan,” katanya.

[REL/AS]


Tags: #PLN #YBMPLN #RumahSinggah #Medan #CSRPLN #BantuanKesehatan #Sumut

Beri Komentar

medanese.com
medanese.com